iklan atas

Budi Daya Cabe untuk Pemula, Mudah Tanpa Gagal



Cabe adalah bahan makanan yang cukup banyak peminatnya di Indonesia. Banyak peminat ini yang membuat cabe kerap kali mengalami perubahan harga di pasaran. Kadang standar, kadang juga harganya tinggi melejit. Dari pada harus membeli, ada baiknya untuk melakukan budi daya cabe sendiri. Bisa menjadi lahan penghasilan tambahan juga.

Banyak yang berpikir, kalau membudidayakan tanaman cabe, butuh waktu yang lama, sulit, dan kerap kali gagal. Pikiran-pikiran seperti itu, muncul karena ketidaktahuan dalam mengolah dan membudidayakan cabe.

Anda yang berniat untuk budi daya cabe sendiri, berikut akan dibagikan caranya. Kalau Anda takut nanti akan mengalami kesulitan, butuh waktu yang lama untuk menuai hasil karena Anda kurang berpengalaman dalam budi daya, tips berikut ini adalah untuk pemula sekali pun. Jadi, tidak perlu risau lagi, walau Anda adalah seorang pemula sekali pun.

Cara Budi Daya Cabe

Sebenarnya, apa yang menjadi faktor utama dari gagal nya proses penanaman cabe? Faktor utamanya adalah ada dalam pemilihan bibit cabe yang tidak berkualitas. Ketika bibit cabe yang ditanam, tidak berkualitas, maka cabe sulit berkembang. Bibit menjadi dasar berhasilnya suatu tanaman tumbuh sehat.

Maka dari itu, sebelum memulai budi daya yang perlu Anda pastikan adalah bibit cabe Anda berkualitas atau malah sebaliknya. Anda perlu tahu cara memilih bibit cabe yang benar.

Mengetahui bibit cabe berkualitas atau tidaknya, dapat Anda lihat dari mengambang atau tidaknya bibit, jika direndam di dalam air. Sebagai catatan, ini jika Anda membibitkan sendiri. Maksudnya, membuat bibit tanaman cabai sendiri dan bukan membelinya dari toko.

Caranya, Anda memilih cabe yang ingin bijinya digunakan sebagai bibit. Pisahkan biji dengan kulit, kemudian biji yang sudah terpisah tadi, Anda rendam dalam air. Jika biji yang Anda rendam ada yang mengapung, maka yang mengapung itu tidak layak untuk Anda jadikan bibit. 

Ada pun cara mengetahui bibit cabe berkualitas atau tidaknya, jika Anda beli dari toko, pun sama mudahnya. Sama dengan cara sebelumnya, Anda gunakan bantuan air untuk menyeleksi benih mana saja yang layak untuk digunakan.

Sebagai tambahan, jika Anda membeli bibit di toko, perhatikan juga ciri fisiknya. Bibit yang berkualitas, punya ciri permukaannya yang bersih dan warnanya cerah.

Bibit juga harus sesuai dengan cabe apa yang ingin Anda budidayakan. Cabe yang paling banyak dibudidayakan adalah cabe rawit, cabe keriting, dan cabe merah. Anda yang masih bingung, mau membudidayakan cabe jenis apa, bisa melihat pembahasan budi daya cabe dari ketiga jenis cabe tersebut di bawah ini.

Cara Budi Daya Cabe Rawit

Untuk budi daya cabe rawit, dapat Anda lakukan di lahan yang tidak terlalu luas. Bahkan, di pekarangan rumah pun bisa. Bagaimana caranya? Berikut adalah langkah-langkahnya,

1. Siapkan Pot

Setelah menemukan bibit cabe yang akan ditemukan, Anda perlukan pot sebagai wadah tanam. Bukan cuman pot saja pastinya. Anda perlu menyiapkan media tanam nya juga yakni tanah. Gunakan tanah yang gembur. Tanah gembur, banyak mengandung unsur hara yang baik untuk perkembangan tanaman cabe rawit.

2. Siapkan Pupuk

Gunakan pupuk organik. Campurkan dengan tanah gembur tadi, agar menjadi media tanam yang baik untuk tanaman cabe nantinya. 

Anda juga dapat menggunakan kompos yang bisa Anda buat sendiri. Misalnya dari sampah dedaunan yang sudah mengalami fermentasi.

3. Mulai Menanam Benih

Langkah budi daya cabe jenis rawit selanjutnya adalah dengan mulai menanam. Setelah campuran pupuk dan tanah tadi di masukkan ke dalam pot, Anda sudah bisa menanam benih. Tidak ada patokan, untuk satu pot nya diisi berapa benih. Namun, sebagai saran, ada baiknya setiap pot, dihuni oleh 3-4 benih cabe rawit. Setelah mengubur benih, Anda bisa langsung menyiram dan simpan di bawah sinar matahari selama 8-12 hari lamanya. Biji cabe rawit, akan menunjukkan progresnya, jika sudah 8-12 hari.

4. Pindahkan Cabe ke Tanah

Setelah sudah dirasa siap, cabe bisa langsung ditanam ke tanah untuk mendapat media tanam yang lebih besar. Lakukan perawatan terus menerus dengan pemberian pupuk dan penyiraman secara teratur. Begitulah cara budi daya cabe rawit.

Cara Budi Daya Cabe Keriting

Untuk budi daya cabe keriting, sama saja, dapat Anda lakukan di lahan yang tidak terlalu luas. Berikut adalah langkahnya.

  • Proses Penyemaian Bibit
    Agar lebih maksimal, lakukan penyemaian bibit dengan cara merendam bibit pada air hangat selama 3 jam. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas benih. Pilih benih yang tidak mengapung di permukaan air.

  • Lakukan Olah Lahan, Pemupukan, dan Perawatan
    Mirip dengan cabe rawit, cabe keriting pun begitu. Lakukan pengolahan lahan yang ingin Anda gunakan dengan cara dibersihkan dan gemburkan. Pastikan lahan, mendapat sinar matahari. Setelah itu, tanam benih dan berikan pupuk. Selanjutnya lakukan perawatan hingga pohon semakin membesar dan berbuah lebat.

Cara Budi Daya Cabe Merah dalam Polybag

Budi daya cabe merah, cukup mudah dan bisa Anda lakukan menggunakan polybag. Berikut adalah caranya.

  • Siapkan Polybag dan Isi Menggunakan Campuran Tanah dan Pupuk Organik

  • Buat Lubang di Tengah-tengah untuk Penempatan Benih

  • Masukkan Benih Cabe Merah Berkualitas ke dalam, lalu lakukan penguburan. Untuk ke dalaman Lubang, Ada Baiknya Menempatkan Benih di Kedalaman Sekitar 5 cm.

  • Siram dan Lakukan Penutupan pada Polybag Selama 3 Hari Sampai Kecambah Mulai Muncul. Setelah Itu, Barulah Diletakkan di Bawah Sinar Matahari.

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai Budi Daya Cabe untuk pemula sekali pun. Sebagai kesimpulan, semua tergantung pada benih. Jadi, pilihlah benih dengan kualitas terbaik.


Belum ada Komentar untuk "Budi Daya Cabe untuk Pemula, Mudah Tanpa Gagal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel